7 Bahaya Root Android yang Jarang Pengguna Tahu

Bahaya Root Android – Android merupakan salah satu sistem operasi yang bersifat Open Source. Ini artinya siapa saja bisa melakukan modifikasi, mengembangkan atau bahkan menjualnya. Tidak hanya itu saja, melakukan kustomisasi sistem android juga terbilang mudah, bahkan bisa dipelajari secara otodidak. Namun, untuk bisa melakukan kustomisasi atau lebih akrab dengan sebutan oprek android, kamu perlu akses rooting smartphone.

Bahaya Root Android
Bahaya Root Android yang Jarang Pengguna Tahu

Melakukan root pada smartphone android akan membuat pengguna bisa mendapatkan akses yang istimewa. Selain bisa mengoprek, ada banyak keuntungan root yang bisa kamu dapatkan. Meski begitu, bukan berarti rooting android tidak memiliki kekurangan. Mengetahui kekurangan root android perlu kamu ketahui agar bisa dijadikan pertimbangan nantinya.

Baca Juga :

Deretan Aplikasi Root Terbaik 2019
Cara Menyembunyikan Aplikasi Android Tanpa Root
Cara Tersembunyi Agar Aplikasi Bawaan Android Terhapus Tanpa Root

Selain kekurangan, melakukan rooting android juga bisa cukup berbahaya. Bahaya root android ini sendiri mungkin masih jarang diketahui oleh kebanyakan pengguna, termasuk kamu sendiri. Berikut ini adalah beberapa bahaya rooting android yang perlu kamu tahu.

7 Bahaya Root Android yang Jarang Pengguna Tahu

1. Tidak bisa melakukan update OS

Bahaya root android yang jarang diketahui pengguna yang pertama adalah pengguna android tidak bisa melakukan update sistem operasi secara OTA atau Over The Air. Meskipun kamu tetap mendapatkan notifikasi untuk update OS Android, tapi saat ingin dilakukan update akses tersebut ditolak. Hal ini tentu membuat HP androidmu kehilangan update.

Sebagian besar pengguna melakukan root android bertujuan untuk bisa menghapis blootware dan juga aplikasi bawaan. Ini karena keduanya hanya akan membuat memori HP menjadi penuh dan berat. Dengan menghapusnya ruang penyimpanan menjadi lebih luas dan kinerjanya lebih cepat tentunya. Karena sistem bawaan yang dihapus inilah yang menjadi alasan penolakan update sistem operasi android. D

2. Garansi hangus

Membeli HP baru biasanya kamu akan diberi masa garansi dengan rentang waktu tertentu. Dengan adanya garansi nantinya kamu bisa lebih tenang saat terjadi kerusakan pada HP android. Misalnya layar pecah, matot, atau juga komponen lain HP yang rusak.

Tetapi jika kamu telah melakukan root pada HP androidmu, maka garansi tersebut secara otomatis akan hilang atau hangus. Tentu sangat disayangkan, karena umumnya biaya penggantian sparepart atau komponen HP android harganya lumayan mahal. Layar misalnya, untuk penggantian baru mungkin bisa membutuhkan dana hingga Rp 500.000 – Rp 700.000.

3. Sistem keamanan android melemah

Satu lagi bahaya root android yang paling harus diwaspadai pengguna adalah sistem keamanan android yang memiliki semakin banyak celah. Virus atau malware bisa lebih mudah menyerang sistem androidmu. Jika hal ini terjadi, akan ada banyak bahaya yang mengancam, mulai dari rusaknya sistem android, kehilangan atau pencurian data, hingga membuat HP android matot.

Selain serangan virus, HP android yang sudah diroot juga sangat rentan tehadap serangan hacker. Hacker bisa lebih mudah masuk ke sistem android dan ia bisa melakukan apapun dengan bebasnya. Jangankan setelah diroot, HP android yang belum diroot pun juga rentan diserang virus dan hacker. Celah tersebut akan semakin diperbesar pada saat sudah diroot.

4. Mengakibatkan bricked atau bahkan matot

Bagi kamu yang masih pemula, biasanya suka sembarangan dalam melakukan sesuatu termasuk saat melakukan rooting HP android. Hal ini bisa saja menyebabkan kegagalan dalam melakukan rooting smartphone. Alhasil membuat HP mengalami bricked (baik softbrick atau hardbrick) atau bahkan mati total. Biasanya saat gagal melakukan rooting, HP android mengalami stuck booting atau berhenti di tampilan logo brand saja.

Yang demikian ini pasti akan membuat ia bingung bahkan tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk mengaasinya. Karena itulah, pertimbangkan lagi jika ingin melakukan rooting android jika memang kamu masih pemula dalam hal ini.

5. Kapasitas memori yang tidak lagi kecil

Kebanyakan HP keluaran baru sekarang ini sudah dibekali dengan memori internal yang cukup luas. Kapasitas tersebut bahkan bisa menampung berbagai file apapun dalam jumlah yang banyak. Karne itulah, rasanya akan sia-sia jika kita melakukan rooting smartphone.

Biasanya melakukan rooting android bertujuan untuk memperluas kapasitas memori internal dengan cara menghapus blootware dan aplikasi bawaan. Dengan begitu kita bisa lebih menghemat ruang memori internal HP android. Kalau kapasitas  memori internal HP sudah besar, kenapa masih harus menghapus aplikasi bawaan?

6. Custom ROM tidak berguna lagi

Memasang custom ROM menjadi salah satu tujuan sebagian besar pengguna android dalam melakukan rooting. Dengan memasang custom ROM pengguna bisa mendapatkan fitur-fitur spesial yang tidak dimiliki oleh ROM bawaan. Tapi tampaknya ini hanya berlaku untuk Sistem Operasi Android Kitkat ke bawah. Karena untuk OS Android Lollipop ke atas memiliki fitur yang sangat lengkap.

Atau juga melakukan rooting android bertujuan untuk menghemat baerai dan RAM. Fitur ini sudah bisa kita temukan meskipun tanpa melakukan rooting android. Tepatnya di OS Android Marshmallow ke atas dimana Google sudah menyediakan fitur Doze dan RAM Management untuk melakukan hal tersebut.

7. Tidak bisa ikut Trade-In

Dan bahaya root android yang terakhir membuat kamu tidak bisa mengikuti program Trade-In atau istilah paling mudahnya tukar tambah dari official. Program ini pernah dilakukan oleh brand Samsung pada jamannya Samsung Galaxy Note 5 dulu. Bisa jadi beberapa waktu yang akan datang program tersebut akan diadakan lagi, bukan hanya oleh brand Samsung saja melainkan juga bisa dilakukan oleh brand atau vendor smartphone lainnya. d

Penutup

Itulah tadi beberapa bahaya root android yang harus kamu tahu agar bisa dijadikan pertimbangan nantinya. Jangan lupa share ke media sosial kamu agar juga bermanfaat untuk orang lain.